Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2013

Rahasia Dibalik surat Ar Rahman

 
Surah Ar-Rahman (الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al Quran. 
Surah ini tergolong surat makiyah terdiri atas 78 ayat. 
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari  nama-nama Allah Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat Nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Faa-biayya alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada  manusia
  • Keimanan
    • Allah mengajar manusia pandai berbicara
    • Pohon- pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
    • Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap ummat manusia
    • Manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api

  • Hukum-hukum

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

 

  • Lain-lain
    • Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t.
    • Banyak dari ummat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan
    • Peristiwa tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar- benar terjadi seperti tentang Terusan Suez dan Trusan Panama.


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)



Adalah Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 

 

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.


Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.



Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.



Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam

Akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.





Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut
 




“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)







Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”



 

Pembaca yang berbahagia, Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.




Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

.:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG ::.

Keutamaan dan Khasiat surah Al ikhlas






“Bismillahir rahmaanir rahiim. Qul huwallahu ahad. Allahus shamad.Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad”.

Wajib dibaca ” Rahasia angka 19 Dalam Al-Qur’an ” Jilid I

 MENGAPA 19?

Sebagai pembuka, Al-Quran didesain berdasarkan bilangan 19:
Adalah seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuan muslim, Dr. Rashad Khalifa yang pertama kali menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti komposisi matematik dari Al-Quran pada 1968. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN”.

Surah 74 adalah Surah Al-Muddatstsir yang berarti orang yang berselimut (Al-Quran dan Terjemahnya, Depag) dan juga dapat berarti ‘rahasia yang tesembunyi’, yang memang mengandung rahasia Allah mengenai keajaiban Al-Quran. Dalam Surah 74 ayat 30-36 dinyatakan:
(74:30) Di atasnya ADALAH 19.
(74:31) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka melainkan dari malaikat; dan tidaklah KAMI JADIKAN BILANGAN MEREKA ITU (19) melainkan untuk: jadi cobaan/ ujian/ tes bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “APAKAH YANG DIKEHENDAKI ALLAH DENGAN BILANGAN INI sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan ini tiada lain hanyalah sebuah peringatan bagi manusia.
(74:32) Tidak!* Demi bulan. [*bantahan terhadap orang musyrik yang mengingkari hal itu]
(74:33) Dan demi malam ketika berlalu.
(74:34) Dan demi pagi (shubuh) ketika mulai terang.
(74:35) Sesungguhnya ini (bilangan ini) adalah salah satu dari KEAJAIBAN YANG BESAR.
(74:36) Sebagai peringatan bagi umat manusia.
Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat karena BAGAIMANA MUNGKIN jumlah malaikat dapat dijadikan untuk ujian/tes bagi orang-orang kafir, untuk meyakinkan orang-orang nasrani dan yahudi, untuk meningkatkan keimanan orang yang telah beriman dan juga untuk menghilangkan keragu-raguan. Jadi, tepatnya bilangan 19 ini merupakan keajaiban yang besar dari Al-Quran sesuai ayat 35 di atas, menurut terjemahan Dr. Rashad Khalifa (dan juga terjemahan beberapa penterjemah lain). Jadi pada ayat 35 kata“innahaa” merujuk pada kata “’iddatun” pada ayat 31.
Tapi Mengapa 19?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, salah satunya Anda harus mengetahui nilai numerik (nilai gematrik) huruf-huruf Arab. Hal itu sudah disampaikan pada kesempatan yang lalu (silakan Anda buka dan hafalkan lagi).
link: NILAI NUMERIC (NILAI GEMATRIA) HURUF-HURUF ARAB
19
Setelah mengetahui nilai dari setiap huruf Arab, kita dapat menjawab mengapa 19 dipakai sebagai KODE RAHASIA Allah dalam Al-Quran, dan sekaligus dapat digunakan untuk mengungkap banyak sekali keajaiban Al-Quran.Berikut ‘beberapa hal’ yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa 19: ► 19 merupakan nilai numerik dari kata “Waahid” dalam bahasa Arab yang artinya ‘Esa/satu’. Berikut penjelasannya:
Wau= 6
Alif= 1
Ha’= 8
Dal= 4
Jumlah= 19!
► 19 merupakan bilangan positif pertama dan terakhir (1 dan 9), yang dapat diartikan sebagai ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir’ seperti yang dikatakan Allah, misalnya, pada Q.S. Al-Hadiid ayat 3 sebagai berikut:
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin*, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS 57:3).
*Yang dimaksud dengan: Yang Awal ialah Yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, Yang Akhir ialah Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, Yang Zhahir ialah Yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan Yang Bathin ialah Yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.
► Kata “Waahid” tersebut, dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 25 kali, dimana 6 diantaranya tidak merujuk pada Allah (seperti salah satu jenis makanan, pintu, dsb).
Sisanya 19 kali merujuk pada Allah. Total jumlah dari (nomor surat + jumlah ayat pada masing-masing surat) dimana 19 kata “waahid” yang merujuk pada Allah adalah 361 = 19 x 19.Jadi 19 melambangkan keesaan Allah (Tuhan Yang Esa).
► Pilar agama Islam yang pertama juga dikodekan dengan 19
“Laa – Ilaha – illa – Allah” 
Nilai-nilai numerik dari setiap huruf Arab pada kalimah syahadat di atas adalah dapat ditulis sebagai berikut:
“30 1 – 1 30 5 – 1 30 1 – 1 30 30 5”
Jika susunan angka tersebut ditulis menjadi sebuah bilangan, diperoleh = 30113051301130305 = 19 x … atau merupakan bilangan yang mempunyai kelipatan 19.
Jadi jelaslah bahwa 19 merujuk kepada keesaan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang wajib disembah!
Sumber : http://muhammadsyukronfauzi.blogspot.com/2012/07/mengapa-19.html
Wassalamu’alaikum wr wb,
Semoga bermanfaat.

.:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG ::.

Rahasia Lebah dalam Al Quran (Bukti-Bukti Bahwa Al-Qur'an Adalah Kalam Allah )



Firman Allah SWT dalam Al-Quran surah An-Nahl ayat 69 :

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia." [QS. An-Nahl : 68]

Madu dan lebah memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga tercantum dalam surat tersendiri di dalam Al-Quran. Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir muslim agung di abad ke-10 M itu tercatatat sebagai dokter yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.

Selama ini, orang lebih mengenal madu sebagai produk lebah yang paling populer dan berkhasiat dalam mengatasi berbagai penyakit. Namun, jika kita mengambil hikmah dari surat An-Nahl ayat 69, kita akan mengetahui produk lebah yang dapat dijadikan obat tidak terbatas hanya pada madu saja. Produk perlebahan selain madu dapat berupa royal jelly, tepung sari (bee pollen) dan propolis lebah.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surah An-Nahl ayat 69 :
"Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan." [QS. An-Nahl : 69]

Mengutip surat An-Nahl ayat 69 di atas, dijelaskan bahwa bahan yang dapat dijadikan obat penyembuh bagi manusia adalah bahan yang keluar dari perut lebah dengan bermacam-macam warnanya. Pada ayat tersebut juga tidak menyatakan obat untuk spesifik penyakit tertentu, dan fakta di lapangan membuktikan bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan melalui produk perlebahan terutama propolis lebah.

Di dalam Al-Quran diterangkan secara jelas bagaimana lebah diperintah oleh Allah SWT untuk membuat sarang dengan mengambil makanan (getah) dari berbagai jenis tumbuhan untuk dijadikan madu dan produk lebah lainnya, termasuk propolis sebagai obat penyembuh untuk berbagai jenis penyakit. Lebah memang makhluk istimewa, ia merupakan makhluk Allah SWT yang memberi manfaat dan kenikmatan bagi manusia.

Lalu, apa itu propolis lebah sebenarnya? Semoga ulasan ini bermanfaat.

Propolis: Dari Lebah untuk Manusia

Definisi Propolis

Propolis adalah material lengket berwarna gelap yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai jenis tumbuhan, dicampur dengan lilin lebah (wax) dan digunakan untuk membangun konstruksi sarang lebah (Bankova et al., 2000:3). Kata “propolis” berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro (pertahanan depan, sebelum masuk) dan polis (kota), yang secara umum bermakna pertahanan kota atau sarang lebah dari benda-benda di luar sarang (Bankova et al., 2000:3; Scully, 2006:359). Propolis merupakan subtansi resin alami yang merupakan campuran lilin lebah (wax), gula dan eksudat tanaman atau getah (Scully, 2006:359). Getah yang menjadi bahan dasar propolis ini berasal dari bagian tumbuhan penghasil getah yaitu kulit kayu, tunas, wax, dan pucuk-pucuk daun (de Almaida & Menezes, 2002:6).



Gambar 1. Propolis digunakan sebagai pelindung sarang lebah terhadap benda- benda asing dari luar.

Lebah madu (Apis mallifera L.) mengumpulkan resin-resin dari berbagai macam tumbuhan yaitu getah yang keluar dari kuncup daun dan kulit batang tanaman conifer (golongan pinus). Lebah kemudian membawa resin tersebut menuju sarang lebah dan mencampur dengan enzim yang disekresikan dari kelenjar mandibula lebah, meskipun demikian komponen yang terdapat di dalam propolis tidak mengalami perubahan (Farre et al., 2004:22).

Produksi propolis per koloni per tahun diperkirakan antara 10-300 gram, tetapi produksi ini tergantung jenis lebah, iklim, sumber daya hutan, dan mekanisme pengumpulan lebah. Propolis dapat langsung dimanfaatkan atau dilakukan pemurnian terlebih dahulu dengan ekstraksi dan penyaringan (Krell, 1996:16; Farre et al., 2004:22).

Sifat Fisik Propolis

Propolis merupakan suatu subtansi resin yang bentuknya lengket seperti lem, lembut dan liat pada suhu 25°-45°C. Pada suhu kurang dari 15°C dan secara partikuler ketika dibekukan atau didekatkan pada pendingin, propolis akan berubah menjadi keras dan rapuh. Propolis akan tetap rapuh meskipun telah dilakukan pemanasan dengan suhu yang lebih tinggi. Pada suhu di atas 45°C propolis akan menjadi lebih lengket dan lebih liat. Propolis secara khas akan mencair pada suhu 60°-70°C, meskipun beberapa propolis titik leburnya mencapai 100°C (Krell, 1996:2).

Variasi warna, komposisi dan khasiat propolis dapat terjadi karena sumber tanaman yang bermacam-macam. Propolis berwarna kuning sampai coklat gelap, bahkan transparan tergantung dari resin asalnya (Krell,1996:2). Selain itu propolis juga secara umum bersifat tidak beracun, meskipun telah dilaporkan adanya reaksi alergi, tetapi reaksi ini biasanya hanya sebatas kemerahan pada kulit (de Almaida & Menezes, 2002:6).

Kandungan Kimia Propolis

Propolis kaya akan zat essensial yang sangat berguna bagi manusia. Komposisi kimia propolis sangat bervariasi (warna dan aroma) dan erat hubungannya dengan jenis dan umur tumbuhan serta letak geografis asal propolis (Lotfy, 2006:22). Umumnya propolis mengandung resin dan balsam yang terdiri atas 55% flavonoid dan asam fenol dan esternya, 30% lilin lebah (wax), 10% etereal dan minyak aromatis, 5% pollen dan senyawa organik serta mineral sebesar 5% (Farre et al., 2004:24).

Jenis senyawa kimia yang terdapat pada propolis sangat kompleks. Berdasarkan analisis kimia menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang dilakukan oleh Greenaway et al. (1990) terhadap propolis yang dihimpun oleh lebah dari tumbuhan poplar menunjukkan, propolis mengandung berbagai macam senyawa, yaitu: asam amino, asam alifatik dan esternya, asam aromatik dan esternya, alkohol, aldehida, khalkon, dihidrokhalkon, flavanon, flavon, hidrokarbon, keton, dan terpenoid (Sabir, 2005:77).



Gambar 2. Tabel persentase komposisi propolis

Propolis mengandung terpen, tanin, vitamin dan mineral dari sekresi kelenjar saliva lebah (Farre et al., 2004:24). Vitamin yang terkandung dalam propolis adalah vitamin A, B1, B2, B3, C dan E (Krell, 1996:4; Lotfy, 2006:23). Kandungan mineral propolis adalah kalsium, magnesium, zat besi, silika, potasium, fosfor, mangan, kobalt, dan tembaga (Bankova et al., 2000:9; Farre et al., 2004:25).

Propolis kaya akan berbagai senyawa kimia termasuk asam amino, asam sinamat, alkohol sinnamil, vanilin, asam kafeat fenetil ester, tetokrisin, isalpinin pinosembrin, krisin, galangin, asam ferulat, dan senyawa bioflavonoid (flavonoid) yang terkandung dalam propolis terdiri atas sejumlah besar minyak volatil dan fenolik seperti flavon, flavonon, dan flavonol (Valcic, et al., 1999:406; Yaghoubi et al., 2007:46).

Manfaat Propolis

Bagi lebah, propolis merupakan zat penting yang sangat fundamental yang diperlukan untuk sterilisasi sarang lebah dari serangan bakteri, jamur dan penyakit. Propolis berfungsi melindungi seluruh sarang dan tempat lebah ratu menyimpan telurnya dari hama Bacillus larvae yang menyebabkan kebusukan telur-telurnya. Jadi, propolis tidak hanya berfungsi sebagai penyegel atau penutup sarang lebah tetapi juga menghalangi masuknya kuman penyakit (Krell, 1996:1).

Propolis digunakan oleh bangsa Yunani kuno sebagai bahan terapi untuk melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri, virus, jamur dan radikal bebas. Propolis memiliki kemampuan farmakologi yang digunakan sebagai bahan anti-inflamasi, hepatoprotektor, antitumor atau karsinostatik, antimikroba, antivirus, antifungi, antiprotozoa, anastesi dan regenerasi jaringan (Bankova, et al., 2000:4; Farre et al., 2004:25; Yaghoubi et al., 2007:45). Selain itu, konsumsi propolis dapat meningkatkan sistem imun (imunostimultan). Propolis secara simultan meningkatkan fungsi sistem imun dan secara langsung menghambat mikroorganisme patogen. Propolis juga telah terbukti efektif melawan strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik, hal ini didasarkan pada kandungan propolis yang kompleks (Sforcin, et al., 2002:1; Taheri et al., 2005:414).

Sumber Referensi:


  1. Bankova, V.S., de Castro, S.L., and Marcucci, M.C. 2000. Propolis: Recent Advances in Chemistry and Plant Origin. Apidologie. 3: 3-15.

  2. de Almeida, E.C. & Menezes, H. 2002. Anti-Inflammatory Activity of Propolis Extract: A Review. J Venom Anim Toxins. 8 (2).

  3. Farre, R., Frasquet, I., and Sanchez, A. 2004. El Propolis y La Salud (Propolis and Human Health). Ars Pharmaceutica. 45 (1): 21-43.

  4. Krell, R. 1996. Value Added Products From Beekeeping. United Nations Rome: FAO Agricultural Services.

  5. Lotfy, M. 2006. Biological Activity of Bee Propolis in Health and Disease. Asian Pac J Cancer Prev. 7: 22-31.

  6. Sabir, A. 2005. Respon Inflamasi pada Pulpa Gigi Tikus setelah Aplikasi Ekstrak Etanol Propolis (EEP). Maj Ked Gigi (Dent J). 38 (2): 77-83.

  7. Scully, C.B.E. 2006. Propolis: a Background. British Dental J. 200 (7): 359-360.

  8. Sforcin, J.M., Kaneno, R., and Funari, S.R.C. 2002. Absence of Seasonal Effect on the Immunomodulatory Action of Brazillian Propolis on Natural Killer Activity. J Venom Anim Toxins. 8 (1).

  9. Taheri, H.R., Rahmani, H.R., and Pourreza, J. 2005. Humoral Immunity of Broilers is Affected by Oil Extracted Propolis (OEP) in the Diet. International Journal of Poultry Science. 4 (6): 414-417.

  10. Valcic, S., Montenegro, G. Mujica, A.M., Avi, G., Franzblau, S., Singh, M.P., Maiese, W.M., and Timme, B.N. 1999. Phytochemical, Morphological, and Biological Investigations of Propolis Chile. Verlag der Zeitschrift fűr Naturforshchung. 54c: 406-16.

  11. Yaghoubi, S.M.J., Ghorbani, G.R., Soleimanian, Z.S., and Satari, R. 2007. Antimicrobial Activity of Iranian Propolis and Its Chemical Composition. DARU.15(1): 45-48.

.:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG ::.

Inggris akan hapus sejarah Islam dari pelajaran sekolah



 Dewan Muslim Inggris (MCB) menentang rencana penghapusan kurikulum sejarah Islam dalam pelajaran sekolah.

Dewan yang mengklaim mewakili sekitar 500 organisasi Islam itu menyerukan kepada orang-orang yang peduli terhadap sejarah Islam untuk melobi Departemen Pendidikan Inggris untuk membatalkan keputusan itu, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Ahad, (14/4).

MCB menyayangkan rencana itu karena penghapusan itu akan menghilangkan peran umat Islam terhadap peradaban Barat dan membuat Islam terkucilkan.

Masa konsultasi soal ini di Departemen Pendidikan akan berakhir pada Selasa mendatang.

Saat ini ada sekitar sepuluh persen siswa muslim di sekolah-sekolah di Inggris. "Anak-anak muslim di Inggris nantinya tidak akan melihat peran mereka dalam sejarah Inggris. Itu bisa menyebabkan mereka dikucilkan," kata pernyataan MCB. "Pada saat yang sama anak-anak non-muslim akan meyakini umat Islam tak punya peran apa-apa bagi Inggris."

Organisasi itu juga menyebut penghapusan sejarah Islam itu akan menghilangkan peran umat Islam India, Hindu, dan Sikh yang berperang membela Inggris pada Perang Dunia Pertama dan Kedua.

Dengan penghapusan sejarah itu, kata MCB, maka Islam dianggap tak berperan terhadap peradaban Yunani, Roma, Spanyol yang melahirkan Zaman Kebangkitan di Eropa.

Menurut Organisasi Himpunan Masyarakat Sejarah di Inggris rancangan kurikulum itu dibuat dengan cara yang tidak sistematis.

.:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG ::.