Tampilkan postingan dengan label semua tentang islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semua tentang islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Agustus 2013

Bila Hari ‘Id Jatuh pada Hari Jum’at

  hari_ied_dan_hari_jumatDi antara keistimewaan Idul Adha tahun ini (2012) akan bertepatan dengan hari Jum'at. Ini menunjukkan bertemunya dua hari utama, yang sama-sama hari 'ied. Banyak yang menanyakan bagaimana jika Hari Raya atau Idul Adha jatuh pada hari Jum’at, apakah shalat Jum’atnya gugur karena telah melaksanakan shalat ‘ied?
Mudah-mudahan penjelasan berikut dapat menjawab hal ini.[1]
Apabila hari raya Idul Fithri atau Idul Adha bertepatan dengan hari Jum’at, apakah shalat Jum’at menjadi gugur karena telah melaksanakan shalat ‘ied? Untuk masalah ini para ulama memiliki dua pendapat.

Keutamaan Ilmu Agama

  keutamaan_ilmu_agamaJika kita mengetahui keutamaan ilmu ini, pasti akan semakin semangat untuk belajar Islam. Jika keutamaannya semakin membuat seseorang dekat dengan Allah, diridhoi malaikat dan membuat penduduk langit, juga bumi tunduk, maka itu sudah jadi keutamaan yang luar biasa.
Berikut kami tunjukkan beberapa di antara keutamaan ilmu agama:

1- Yang paling takut pada Allah hanyalah orang yang berilmu
Hal ini bisa direnungkan dalam ayat,

Jumat, 09 Agustus 2013

Rahasia Dibalik surat Ar Rahman

 
Surah Ar-Rahman (الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al Quran. 
Surah ini tergolong surat makiyah terdiri atas 78 ayat. 
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari  nama-nama Allah Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat Nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Faa-biayya alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada  manusia
  • Keimanan
    • Allah mengajar manusia pandai berbicara
    • Pohon- pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
    • Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap ummat manusia
    • Manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api

  • Hukum-hukum

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

 

  • Lain-lain
    • Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t.
    • Banyak dari ummat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan
    • Peristiwa tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar- benar terjadi seperti tentang Terusan Suez dan Trusan Panama.


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)



Adalah Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 

 

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.


Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.



Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.



Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam

Akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.





Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut
 




“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)







Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”



 

Pembaca yang berbahagia, Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.




Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

.:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG ::.

Keutamaan dan Khasiat surah Al ikhlas






“Bismillahir rahmaanir rahiim. Qul huwallahu ahad. Allahus shamad.Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad”.

Wajib dibaca ” Rahasia angka 19 Dalam Al-Qur’an ” Jilid I

 MENGAPA 19?

Sebagai pembuka, Al-Quran didesain berdasarkan bilangan 19:
Adalah seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuan muslim, Dr. Rashad Khalifa yang pertama kali menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti komposisi matematik dari Al-Quran pada 1968. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN”.

Surah 74 adalah Surah Al-Muddatstsir yang berarti orang yang berselimut (Al-Quran dan Terjemahnya, Depag) dan juga dapat berarti ‘rahasia yang tesembunyi’, yang memang mengandung rahasia Allah mengenai keajaiban Al-Quran. Dalam Surah 74 ayat 30-36 dinyatakan:
(74:30) Di atasnya ADALAH 19.
(74:31) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka melainkan dari malaikat; dan tidaklah KAMI JADIKAN BILANGAN MEREKA ITU (19) melainkan untuk: jadi cobaan/ ujian/ tes bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “APAKAH YANG DIKEHENDAKI ALLAH DENGAN BILANGAN INI sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan ini tiada lain hanyalah sebuah peringatan bagi manusia.
(74:32) Tidak!* Demi bulan. [*bantahan terhadap orang musyrik yang mengingkari hal itu]
(74:33) Dan demi malam ketika berlalu.
(74:34) Dan demi pagi (shubuh) ketika mulai terang.
(74:35) Sesungguhnya ini (bilangan ini) adalah salah satu dari KEAJAIBAN YANG BESAR.
(74:36) Sebagai peringatan bagi umat manusia.
Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat karena BAGAIMANA MUNGKIN jumlah malaikat dapat dijadikan untuk ujian/tes bagi orang-orang kafir, untuk meyakinkan orang-orang nasrani dan yahudi, untuk meningkatkan keimanan orang yang telah beriman dan juga untuk menghilangkan keragu-raguan. Jadi, tepatnya bilangan 19 ini merupakan keajaiban yang besar dari Al-Quran sesuai ayat 35 di atas, menurut terjemahan Dr. Rashad Khalifa (dan juga terjemahan beberapa penterjemah lain). Jadi pada ayat 35 kata“innahaa” merujuk pada kata “’iddatun” pada ayat 31.
Tapi Mengapa 19?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, salah satunya Anda harus mengetahui nilai numerik (nilai gematrik) huruf-huruf Arab. Hal itu sudah disampaikan pada kesempatan yang lalu (silakan Anda buka dan hafalkan lagi).
link: NILAI NUMERIC (NILAI GEMATRIA) HURUF-HURUF ARAB
19
Setelah mengetahui nilai dari setiap huruf Arab, kita dapat menjawab mengapa 19 dipakai sebagai KODE RAHASIA Allah dalam Al-Quran, dan sekaligus dapat digunakan untuk mengungkap banyak sekali keajaiban Al-Quran.Berikut ‘beberapa hal’ yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa 19: ► 19 merupakan nilai numerik dari kata “Waahid” dalam bahasa Arab yang artinya ‘Esa/satu’. Berikut penjelasannya:
Wau= 6
Alif= 1
Ha’= 8
Dal= 4
Jumlah= 19!
► 19 merupakan bilangan positif pertama dan terakhir (1 dan 9), yang dapat diartikan sebagai ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir’ seperti yang dikatakan Allah, misalnya, pada Q.S. Al-Hadiid ayat 3 sebagai berikut:
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin*, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS 57:3).
*Yang dimaksud dengan: Yang Awal ialah Yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, Yang Akhir ialah Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, Yang Zhahir ialah Yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan Yang Bathin ialah Yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.
► Kata “Waahid” tersebut, dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 25 kali, dimana 6 diantaranya tidak merujuk pada Allah (seperti salah satu jenis makanan, pintu, dsb).
Sisanya 19 kali merujuk pada Allah. Total jumlah dari (nomor surat + jumlah ayat pada masing-masing surat) dimana 19 kata “waahid” yang merujuk pada Allah adalah 361 = 19 x 19.Jadi 19 melambangkan keesaan Allah (Tuhan Yang Esa).
► Pilar agama Islam yang pertama juga dikodekan dengan 19
“Laa – Ilaha – illa – Allah” 
Nilai-nilai numerik dari setiap huruf Arab pada kalimah syahadat di atas adalah dapat ditulis sebagai berikut:
“30 1 – 1 30 5 – 1 30 1 – 1 30 30 5”
Jika susunan angka tersebut ditulis menjadi sebuah bilangan, diperoleh = 30113051301130305 = 19 x … atau merupakan bilangan yang mempunyai kelipatan 19.
Jadi jelaslah bahwa 19 merujuk kepada keesaan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang wajib disembah!
Sumber : http://muhammadsyukronfauzi.blogspot.com/2012/07/mengapa-19.html
Wassalamu’alaikum wr wb,
Semoga bermanfaat.

.:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG ::.