Tampilkan postingan dengan label tentang dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Nyaris Lumpuh Total, Hawking Malah Bahagia

Nyaris Lumpuh Total, Hawking Malah Bahagia

Selama 46 tahun, Stephen Hawking menderita kelumpuhan syaraf motorik

Stephen Hawking
VIVAnews - Stephen Hawking baru-baru ini menulis buku kontroversial yang menyangkal peran Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Namun, Hawking dipandang sebagai salah satu pakar astrofisika yang cemerlang dan giat menelurkan teori-teori meski hidup lumpuh selama lebih dari 45 tahun.

Menurut laman stasiun televisi CNN, ilmuwan Inggris berusia 68 tahun itu menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Itu adalah penyakit yang menyerang syaraf motorik, sehingga menyebabkan otak penderita tidak dapat memberikan perintah kepada otot untuk bergerak.

Hawking dipandang sebagai penderita ALS yang dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun. Dia telah menderita penyakit ini sejak usia 22 tahun.

Dengan demikian, Hawking sudah menderita ALS selama 46 tahun. Padahal, saat divonis mengidap penyakit itu, dokter menilai bahwa dia hanya dapat bertahan dua setengah tahun saja.

Menurut Hawking, awalnya dia terkejut ketika mengetahui mengidap ALS. Dia mempertanyakan mengapa hal ini dapat terjadi pada dirinya saat sedang giat menuntut ilmu. Namun, dia mengaku ikhlas setelah menyadari bahwa masih banyak yang lebih menderita daripada dirinya.

“Ketika saya di rumah sakit, saya kenal seorang anak yang meninggal akibat leukimia. Sangat menyedihkan. Masih banyak orang yang lebih menderita daripada saya. Setidaknya kondisi ini tidak membuat saya sakit. Setiap kali saya mengasihani diri saya, saya mengingat anak itu,” ujar Hawking menjelang ulang tahun ke-60 pada 8 Januari 2002, yang dimuat dalam laman Ride for Life.

Sejak menderita ALS, Hawking harus duduk di kursi roda. Dia pun terpaksa menggunakan alat bantu bicara, karena lidahnya tidak lagi dapat bergerak.

Bagi sebagian orang, penyakit yang diderita Hawking mungkin sangat menyakitkan, namun dia memilih untuk berkelakar mengenai penyakitnya. Dia mengatakan bahwa setidaknya dia tidak tergoda untuk menghabiskan waktunya melakukan jogging dan golf. Yang terpenting lagi, Hawking menuturkan, dirinya telah menemukan kebahagiaan sejati, baik secara individu maupun profesional.

“Sebelum mengidap penyakit ini, hidup saya sangat membosankan, tidak ada hal yang berguna yang dapat dilakukan. Saya merasa lebih bahagia sekarang,” ujar Hawking.

Hawking telah menerima 12 penghargaan kehormatan, dan banyak lagi penghargaan, medali dan hadiah dari lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dari seluruh dunia. Pada tahun 2003, perusahaan perangkat komputer Intel menyumbangkan sebuah kursi roda khusus untuknya, dilengkapi dengan sebuah laptop dengan spesifikasi tinggi.

Di masa mudanya, Hawking mengaku bahwa dia tidak menyukai olahraga dan tulisan tangannya sangat jelek. Namun ketika dia memasuki Oxford pada usia 17 dia mulai menggeluti olahraga dayung dan mengikuti beberapa kompetisi mendayung. Gejala penyakitnya muncul pertama kali pada saat dia memasuki Universitas Cambridge pada tahun 1962 dan lumpuh total pada tahun 2009.

“Saya pikir saya akan mati saat itu, tapi ternyata tidak. Walaupun saya tidak yakin akan masa depan saya, namun saya menemukan bahwa saya menikmati hidup saya sekarang daripada sebelumnya. Saya bahkan membuat kemajuan dalam riset saya, dan bertunangan dengan seorang wanita bernama Jane Wilde,” ujarnya.

Tujuan Hawking adalah menciptakan formula global yang mengkombinasikan teori umum relativitas Einstein dengan Quantum mekanik, termasuk didalamnya adalah teori penciptaan alam semesta. Hawking yang mendewakan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Tuhan tidak memiliki campur tangan apapun dalam penciptaan alam semesta. Inilah yang menjadikannya seorang ateis sejati.

Karena kegigihannya dalam menghadapi penyakitnya, dia menjadi inspirasi bagi para penderita ALS lainnya. Hawking merupakan simbol penderita ALS pada sebuah Yayasan ALS di Inggris. Dia juga kerap menghadiri acara penggalangan dana bagi penderita ALS.

Para penderita ALS mengatakan bahwa Hawking adalah bukti bahwa penderita yang dapat juga berkarya walaupun tanpa bergerak.

“Lelaki ini sangat brilian, dan dia telah melalui banyak hal untuk mencapai tujuannya,” ujar Bob Hawkin (75), penderita ALS dari North Carolina, yang mengaku Hawking telah memberinya harapan. (kd)

© VIVA.co.id

3 Hari Lagi Jupiter Mendekati Bumi

3 Hari Lagi Jupiter Mendekati Bumi

Warna Jupiter akan terlihat lebih terang, agak kemerahan.

Jupiter 
 
VIVAnews - Bagi penggemar astronomi dan dunia ruang angkasa, diimbau tidak melewatkan momen jarak terdekat planet Jupiter dengan Bumi. Posisi dengan jarak terdekat ini pernah terjadi juga sekitar 47 tahun lalu.

"Nanti sekitar 20 September jarak Jupiter berada di titik terdekat dengan bumi," kata Thomas Djamaluddin, Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kepada VIVAnews, Jumat 17 September 2010.

Jarak Jupiter dengan Bumi itu mencapai 3,93 kali satuan astronomi atau 3,93 kali 150 juta kilometer. Menurut peneliti yang akrab disapa Djamaluddin ini, fenomena mendekatnya Jupiter dengan Bumi adalah hal yang biasa terjadi setiap tahun.

Tetapi, untuk tahun ini jarak yang tercipta merupakan paling dekat dibanding jarak terdekat rata-rata. Dan jarak ini hampir sama terdekatnya dengan yang terjadi pada 47 tahun lalu. Sedangkan jarak normal Jupiter dengan Bumi itu rata-rata mencapai 6 kali 150 juta kilometer.

Untuk menikmati Jupiter dari Bumi tetap harus menggunakan alat bantu astronomi seperti teleskop. Bagaimana membedakan dan menikmati keindahan Jupiter dari Bumi? "Cahayanya seperti bintang paling terang. Warnanya khusus, agak kemerahan," kata peneliti lulusan Jepang ini.

Djamaluddin menegaskan, tidak ada dampak apapun yang terjadi saat terjadi fenomena mendekatnya Jupiter dengan Bumi. Posisi terdekat itu juga terjadi karena Jupiter tepat berada menghadap Bumi

Imuwan Vatikan: Saya Siap Membaptis Alien

Imuwan Vatikan: Saya Siap Membaptis Alien

Alien mungkin hidup di antara jutaan bintang di angkasa. Mereka mungkin punya jiwa.




Ilmuwan Vatikan, Guy Consolmagno

VIVAnews - Soal makhluk cerdas di luar Bumi atau alien tidak hanya datang dari ilmuwan kontroversial, Stephen Hawking. Astronom Vatikan, Guy Consolmagno, juga angkat bicara soal kemungkinan eksistensi makhluk ekstraterresterial itu.

Kata dia, alien cerdas mungkin hidup di antara jutaan bintang yang bertebaran di angkasa. Mereka mungkin juga punya jiwa.

Consolmagno bahkan mengaku dengan hati akan 'membaptis' alien, meski kemungkinan untuk melakukan kontak dengan mereka dalam waktu dekat sangat kecil. Namun, "jika para alien itu memintanya [dibaptis]," kata dia seperti dimuat situs Daily Mail, 17 September 2010.

Pernyataannya menjawab soal kemungkinan penjelajahan misionaris ke luar angkasa -- mengajak alien masuk Kristen.

Menurut Consolmagno lingkup Tuhan lebih besar dari dunia manusia. Ia adalah Tuhan bagi malaikat, termasuk juga alien.

Soal alien kemungkinan berjiwa, dijelaskan dia, karakteristik itu berarti juga memiliki kecerdasan, kehendak bebas, kebebasan untuk mencintai dan kebebasan untuk membuat keputusan.

"Semua entitas - tak peduli berapa banyak tentakel yang ia miliki,  memiliki jiwa," katanya.

Berbicara dalam Festival Sains Inggris di Birmingham, Consolmagno yang adalah salah satu 12 astronom yang bekerja untuk Vatikan mengatakan, gereja Khatolik telah mendukung dan membiayai kemajuan ilmu pengetahuan selama berabad-abad.

Mengaku sebagai penggemar fiksi ilmiah, ia mengaku 'nyaman-nyaman' saja dengan ide bahwa ada kehidupan lain di luar Bumi.

Dr Consolmango, 57, kurator koleksi meteorit Paus, adalah seorang astronom yang terlatih dan ilmuwan planet di observatorium Vatikan.

Dia bekerja sebagai ilmuwan di California selama 15 tahun sebelum beralih mengabdi gereja.

Penemuan alien disadari akan menjadi  masalah teologis besar bagi Gereja Katolik Roma. Ini akan memunculkan perdebatan -- melampaui isu mungkin tidaknya imam perempuan, cobaan hawa nafsu para pastur, juga soal kontrasepsi. (umi)

© VIVA.co.id

Inilah Wajah Asli Bulan: Lebih Bopeng!

Inilah Wajah Asli Bulan: Lebih Bopeng!

Bulan diketahui dibombardir asteroid atau komet kala satelit Bumi itu masih berusia muda.

ddd
Minggu, 19 September 2010, 05:29 Elin Yunita Kristanti 
Peta kawah bulan terbaru
VIVAnews - Kata-kata rayuan 'wajahmu cantik seperti Bulan' sudah lama tidak mempan. Semua orang tahu, Bulan tak sehalus dan cemerlang kelihatannya.

Kini, studi terbaru Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) -- berdasarkan pengamatan satelit Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) -- menguak wajah Bulan yang sesungguhnya. Lebih bopeng!

Bulan diketahui dibombardir asteroid atau komet kala satelit Bumi itu masih berusia muda. Peta topografi Bulan terbaru yang dikeluarkan NASA menunjukkan, permukaan Bulan lebih kompleks dan parah dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hasil pengamatan satelit Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) ini muncul dalam tiga makalah yang dimuat dalam jurnal, Science edisi 17 September 2010.

Ilmuwan untuk kali pertamanya membuat katalog kawah besar di Bulan. Para ilmuwan juga telah membuat studi detail soal mineral Bulan, serta mengidentifikasikan area dengan komposisi kaya silika yang tak biasa.

"Untuk kali pertamanya, kita benar-benar mendeteksi seberapa kompleks permukaan Bulan," kata ilmuwan Jet Propulsion Laboratory NASA, Benjamin T. Greenhagen, seperti dimuat Space.com.  "Ada sedikit pergeseran paradigma," tambah dia.

Berdasarkan data satelit, para ilmuwan memetakan kawah Bulan -- termasuk 5.185 kawah besar yang berdiameter 20 kilometer, bahkan lebih lebar.

Data ini adalah jendela ke masa lalu Bulan -- mengungkapkan bagian mana dari bulan yang paling bopeng, mana permukaan bulan yang lebih tua, dan area mana yang telah ditutupi material baru sebagai hasil proses vulkanik. Para ilmuwan menemukan, area Bulan yang berusia lebih tua, salah satunya, dekat dengan sisi selatan.

Salah satu fitur kawah adalah South Pole-Aitken, yang diduga merupakan cekungan paling tua di Bulan. Itu bisa adalah petunjuk unik tentang sejarah bulan, dan cerita tentang awal tata surya  pada umumnya.

"Temuan itu memberitahu kita tentang saat-saat tata surya kita masih bayi," kata pemimpin studi, James W. Head III yang juga seorang ahli geologi planet di Brown University.

"Jelas kita dapat mencari tahu dan belajar lebih banyak dengan misi di masa depan, menggunakan robot atau sebaliknya Ada begitu banyak yang harus dilakukan.."

Seperti dimuat situs Telegraph, bukti yang ditemukan di Bulan mendukung anggapan bahwa Bulan dan Bumi secara terus menerus dibombardir asteroid besar sekitar 3,9 miliar juga tahun lalu. (umi)

Badai Matahari Ancam Bumi 'Kiamat' di 2013

Badai Matahari Ancam Bumi 'Kiamat' di 2013

Bencana sekali dalam seabad ini bisa berdampak fatal.

Badai Matahari
Badai Matahari
 
VIVAnews - Ilmuwan memperingatkan suatu ledakan energi Matahari bisa melumpuhkan Bumi tiga tahun mendatang. Para peneliti khawatir ledakan besar itu terjadi pada tahun 2013 dan bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global.

Seperti dilansir The Sun edisi 21 September 2010, potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet.

Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan  mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

Peringatan malapetaka ini--yang mengingatkan pada gambaran kiamat di film '2012' ala Hollywood--tak kurang membuat was-was Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Dia lalu menggelar konperensi darurat di London pada 20 September lalu. Fox yang bergelar doktor mengatakan bencana yang dampaknya sulit diukur dan diprediksi ini bisa mengakibatkan kerusakan berskala hebat. Dan jika benar terjadi, maka badai matahari itu bisa menciptakan kerusakan yang jauh lebih berbahaya ketimbang ledakan serupa pada tahun 1859.

Da lalu meminta para ilmuwan untuk menyusun strategi guna mengantisipasinya. Konferensi yang diselenggarakan oleh Dewan Keamanan Infrastruktur Listrik Inggris itu mendengar paparan dari para ahli bahwa Matahari akan mencapai tahap kritis dari siklusnya di tahun 2013 mendatang.

Ketika itu, gelombang energi magnetik yang tercipta di atmosfer diperkirakan akan memicu badai radiasi yang menyebabkan lonjakan energi berkekuatan besar. Akibatnya, akan tercipta badai awan di kota-kota besar dunia seperti London, Paris, dan New York. Pada tahun 1989, bencana serupa yang berskala kecil sempat mengganggu pembangkit listrik di Quebec, Kanada.
Mantan penasihat pertahanan pemerintah AS, Dr. Avi Schnurr, juga memperingatkan, "Badai geomagnetik bisa menghancurkan negara-negara di muka bumi. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu bencana itu datang." (kd)

Alien Matikan 10 Rudal Nuklir Amerika

Alien Matikan 10 Rudal Nuklir Amerika

"Saya sedang bertugas ketika suatu obyek datang dan berdiri langsung di atas markas."

 
 




VIVAnews - Sebanyak 120 mantan personel dan pilot militer Amerika Serikat (AS) memberikan kesaksian mengejutkan. Mereka mengaku melihat sekelompok makhluk asing atau alien mendarat, menyusup dan menonaktifkan rudal nuklir milik Inggris dan AS di markas peluncuran rudal.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk edisi 27 September 2010, salah satu pilot militer AS yang memberikan kesaksian adalah Kapten Robert Salas.  Menurut Salas, pemerintah AS dan Inggris disinyalir menutup-nutupi beberapa peristiwa kunjungan alien yang telah berlangsung sejak 1948.
Pengakuan itu tidak dipercaya begitu saja dan kemudian diteliti dan diselidiki enam penerbang AS dan mantan anggota militer lainnya. Enam orang ini kemudian mencari kesaksian dari 120 mantan personel militer. Informasi yang telah mereka kumpulkan menunjukkan bahwa makhluk asing mendarat di Bumi baru-baru ini, tujuh tahun yang lalu.

Rencananya, para pemeriksa bukti-bukti itu akan menyampaikan informasi tadi kepada pemerintah AS dan Inggris. Mereka akan mencoba mensosialisasikan bahwa kepada dua negara bahwa kunjungan makhluk ekstra-terestrial itu telah berlangsung lama, dan itu sebagai satu fakta.

Presentasi tim ini disajikan pada hari Senin 27 September pada pertemuan di Washington. Salah seorang saksi mata, Kapten Robert Salas, mengatakan, "Angkatan Udara AS telah berbohong tentang obyek udara tak dikenal di pangkalan militer, dan kebohongan tentang implikasi keamanan nasional. Kami bisa membuktikannya."

Salas mengatakan, dirinya menjadi saksi pada kejadian 16 Maret 1967 di markas Angkatan Udara Malmstrom, Montana, yang menyimpan rudal nuklir Minuteman.

"Saya sedang bertugas ketika suatu obyek datang dan berdiri langsung di atas markas peluncuran rudal itu. Sebanyak 10 rudal dinonaktifkan. Dan hal yang sama terjadi di lokasi lain seminggu kemudian," kata dia.

Dia menduga, ada kepentingan kuat dari makhluk-makhluk itu dengan rudal-rudal yang akan diluncurkan. "Saya pribadi berpikir mereka bukan dari planet bumi," ujar Salas.

Saksi lain mengaku telah melihat kegiatan serupa di Inggris. Saksi bernama Kolonel Charles Halt mengatakan ia melihat sebuah pesawat UFO di bekas pangkalan militer RAF Bentwaters, dekat Ipswich, 30 tahun lalu.
Charles Halt melihat berkas cahaya ditembakkan ke pangkalan kemudian mendengar di radio militer bahwa alien telah mendarat di dalam area penyimpanan nuklir.

"Saya percaya bahwa pihak keamanan Security Service baik dari Amerika Serikat dan Inggris telah mencoba, dari dulu hingga sekarang, untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di RAF Bentwaters," kata dia.

Lokasi itu dulu digunakan sebagai markas AS Fighter Wing Taktis ke-81. Saksi lain, Kapten Bruce Fenstermacher, mantan perwira Angkatan Udara AS, juga mengklaim serupa. Dia melihat sebuah pesawat UFO berbentuk cerutu melayang di atas sebuah pangkalan nuklir di Wyoming pada tahun 1976.

Bagaimana Planet Mirip Bumi Bisa Ditemukan?

Bagaimana Planet Mirip Bumi Bisa Ditemukan?

Para ilmuwan rupanya mengamati pergerakan suatu bintang - yang mereka sebut Gliese 581

ddd
Kamis, 30 September 2010, 10:02 Renne R.A Kawilarang
 
  (AP Photo/Zina Deretsky, National Science Foundation)

VIVAnews - Para astronom di Amerika Serikat (AS) mengaku telah menemukan suatu planet di luar tata surya yang dihuni Bumi, namun bisa jadi cocok untuk dihuni makhluk hidup. Posisi strategis planet itu mirip dengan Bumi.

Posisi planet itu berjarak 120 triliun mil atau sekitar 193,1 triliun kilometer dari Bumi. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa mengetahui planet itu?

Peneliti dari Universitas California di Santa Cruz, Steven Vogt, dan R Paul Butler, astronom dari Carnegie Institution di Washington mengungkapkan bahwa mereka sama-sama menggunakan teleskop canggih di darat. Namun, mereka tidak langsung menemukan planet harapan itu.

Para ilmuwan rupanya mengamati pergerakan suatu bintang -yang mereka sebut Gliese 581- selama lebih dari sebelas tahun. Bintang itulah yang menjadi orbit dari suatu planet mirip Bumi, yang belakangan mereka temukan.  

Planet itu merupakan yang keenam yang ditemukan tim ilmuwan yang mengitari Gliese 581. Menurut Vogt, dua planet lain tampak menjanjikan untuk dihuni. Sedangkan yang lainnya terlalu panas.

Sebaliknya, planet kelima yang mereka temukan malah terlalu dingin. Justru planet keenam yang mereka anggap cocok, sehingga disebut goldilocks. Artinya kondisi planet itu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas karena posisinya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari bintang.

Tadinya, planet itu akan dinamai Gliese 581g, mengingat bintang yang menjadi pusat rotasi disebut Gliese 581a. Namun, Vogt tidak setuju dengan penamaan itu. "Itu bukan nama yang sangat menarik, apalagi ini menyangkut planet yang indah," kata Vogt.

Dia lebih suka planet itu sesuai dengan nama istrinya. "Saya menyebut planet itu Dunia Zarmina," kata Vogt.

Gliese 581 dianggap sebagai "bintang cebol," hanya sepertiga dari matahari. Oleh karena itu, menurut Butler, Gliese 581 tidak akan bisa langsung terlihat dari teleskop biasa dari Bumi meski berada di konstelasi Libra.

Penemuan para astronom itu dipublikasikan di media Astrophysical Journal dan juga diumumkan oleh National Science Foundation, Rabu 29 September 2010.(Associated Press)(ywn)

© VIVA.co.id  

Sinyal Misterius dari Kembaran Bumi, Alien?

Sinyal Misterius dari Kembaran Bumi, Alien?

Desember 2008 sinyal aneh datang dari lokasi bintang Gliese. Kembaran bumi?

ddd
Sabtu, 2 Oktober 2010, 06:07 Elin Yunita Kristanti
 
  (AP Photo/Zina Deretsky, National Science Foundation)
VIVAnews --  Para ilmuwan baru-baru ini menemukan planet 'kembaran Bumi' yang berada di luar tata surya. Namanya, Planet Gliese 581g.  Nama lain yang kendengarannya lebih indah adalah 'Dunia Zarmina'. Penemuan itu merupakan hasil pengamatan selama 11 tahun oleh para ilmuwan dari berbagai negara.

Para ilmuwan itu tidak cuma menemukan Dunia Zarmina, tapi juga menemukan adanya sinyal misterius yang dipancarkan dari planet yang kemudian disebutkan sebagai planet kembaran bumi itu.
Adalah Dr Ragbir Bhathal, ilmuwan dari University of Western Sydney yang melihat sinyal aneh itu pada Desember 2008 -- jauh sebelum diumumkan bahwa ada planet yang bisa dihuni mahluk hidup di orbit bintang cebol, Gliese 581.

Bhathal yang adalah anggota organisasi SETI (search for extraterrestrial intelligence) -- organisasi yang bertujuan membuka kontak dengan kehidupan lain di luar Bumi -- sedang mengamati langit ketika ia menemukan sinyal 'mencurigakan' dari area galaksi di mana Gliese 581g bermukim.

Penemuan ini menguatkan  dugaan bahwa  Gliese 581g adalah planet paling mirip Bumi yang pernah ditemukan. Adakah kehidupan di sana?

Penemuan Bhathal hanya sebulan sebelum para astronom mengumumkan penemuan planet Gliese 581e yang kurang bisa dihuni (habitable) dibandingkan Gliese581g -- meski keduanya terletak di sekitar bintang yang sama yang jauhnya, sekitar 20 tahun cahaya.

"Kami menemukan sinyal yang tajam, seperti laser yang selama ini kita cari-cari. Itulah yang kami temukan, dan kami sangat bersemangat," kata Bhathal seperti dimuat situs Daily Mail, 1 Oktober 2010.

Berbulan-bulan setelah penemuannya, Bhathal yang punya reputasi sebagai 'pemburu alien dari Australia' menyapu langit untuk mencari sinyal kedua -- untuk mencari tahu apakah fenomena itu adalah nyata atau justru kesalahan instrumen. Sayang, pencariannya tak menghasilkan apapun.

Namun, penemuan planet mirip Bumi di sekitar Gliese 581 - baik 581e dan 581d, membuat imajinasi publik makin liar.

Pembuat film dokumenter, RDF dan situs jejaring sosial, Bebo menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim sinar informasi terfokus -- berisi 500 pesan dari masyarakat dalam bentuk gelombang radio yang dirahkan ke Gliese 581.

Sementara, menteri keilmuwan Australia  saat itu mengorganisasi 20.000 pengguna Twitter untuk mengirim pesan ke bintang tetangga jauh Bumi di luar tata surya itu.

Dugaan bahwa benar ada kehidupan di seputar Gliese 581 saat ini dikuatkan oleh pendapat Dr Steven Vogt dari University of California, Santa Cruz. Ia mengaku 100 persen yakin ada kehidupan di planet itu.

Planet Gliese 581g berada di gugus bintang 'Zona Goldilocks' -- sebuah wilayah di angkasa yang kondisinya tak terlalu panas, juga tak terlali dingin bagi cairan yang membentuk laut, danau, maupun sungai.

Planet tersebut juga nampaknya memiliki selubung atmosfer, gravitasi seperti Bumi. Para ilmuwan berpendapat, jika benar, temuan ini adalah pendukung fakta bahwa alam semesta dipenuhi planet yang mirip dengan dunia manusia.

"Jumlah sistem yang diduga memiliki planet yang bisa dihuni mahluk hidup, mungkin sekitar 10 sampai 20 persen. Jika dikalikan dengan ratusan miliar bintang di Bima Sakti, ini jumlah yang besar."

Mungkin saja ada puluhan miliar sistem seperti ini di galaksi kita.

"Secara pribadi, mengingat kecenderungan kehidupan berkembang di mana pun, saya bisa mengatakan bahwa peluang bagi kehidupan di planet ini adalah 100 persen. Aku hampir tidak meragukannya," kata Vogt.

© VIVA.co.id